Apa dan Bagaimana Kawin Suntik pada Kambing dan Domba

Livestockreview.com, Budidaya. Kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) merupakan teknologi rekayasa pengelolaan reproduksi yang sudah umum dilakukan pada ternak sapi, dan terbukti mampu memperbaiki produksi daging dan susu. Bagaimana dengan IB pada kambing?Rekayasa  reproduksi sangat penting dalam menentukan target produktifitas ternak. Tentu saja ada teknologi yang lebih canggih dan rumit dalam hal ini, yakni rekayasa genetika dan kloning. Di bandingkan dengan kedua teknologi canggih tersebut, IB termasuk teknologi yang lebih praktis dan gampang diterapkan di tingkat peternak -untuk meningkatkan produksi ternak.

Potensi ternak kambing dan domba dalam hal produksi adalah menyediakan bahan pangan asal hewan, berupa daging dan susu (dari kambing perah). Umumnya seseorang sudah terbiasa memelihara kambing. Tetapi tidak banyak yang memproduksi ternak kambing yang dengan berat badan lebih berat, atau persentase karkas lebih tinggi, atau kualitas daging lebih Oke.

Pada prinsipnya, teknik inseminasi Semen untuk IB dapat dibedakan menjadi dua, yaitu semen beku dan semen cair. Teknik IB dengan semen beku relatif mudah untuk dilakukan. Peralatan yang diperlukan berupa spekulum (berbentuk paruh bebek) untuk membuka vagina, Artificial Insemination (AI) Gun yang berguna untuk menembakkan semen ke dalam leher rahim, serta plastik sit yang berfungsi untuk menempatkan straw (kemasan semen beku).

Alat lainnya yakni pinset untuk mengambil straw, gunting untuk memotong ujung straw, dan kertas tisu. Berikutnya adalah mangkok air, yang digunakan untuk pencairan semen beku dalam straw (thawing). Langkah kegiatan IB dengan menggunakan semen beku dimulai dengan mengambil straw dari dalam termos atau kontainer secara hati-hati.

Thawing harus dilakukan dalam waktu sekitar 5 detik. Setelah itu ambil dan keringkan dengan usapan tisu. Tempatkan straw pada ujung AI Gun, lalu guntinglah ujung kemasan straw tersebut. Pasang plastik sit pada AI Gun, kemudian difiksasi agar posisi straw mantap. Bawa AI Gun yang telah siap, juga spekulum ke kandang ternak betina.

Dengan pertolongan orang lain untuk mengangkatkedua kaki belakang kambing / domba sehingga badannya membentuk sudut 40-45 derajat terhadap lantai kandang. Buka vagina ternak dengan menggunakan spekulum yang sudah diberi pelumas, dan perhatikan posisi lubang cervix.

Masukkan ujung AI Gun melalui lorong spekulum menuju lubang cervix. Dorong hingga ke posisi empat, atau batas cervix tertahan pada suatu tekanan. Ujung gun kemudian masukkan pada kedalaman  sekitar 1 cm.

Semprotkan semen pada bagian tersebut, kemudian tarik AI Gun secara perlahan-lahan sambil menahan  posisi kambing dengan sudut 45 derajat selama 5 menit. Setelah itu, lepas kedua kaki kambing sehingga dapat berdiri kembali.
Jika menggunakan teknik semen cair, langkah yang harus dilakukan yakni dengan menampung semen dari seekor kambing atau domba pejantan. Sementara itu, siapkan seekor betina perangsang (teaser) untuk dinaiki pejantan. Namun, ini tentu saja tidak dimaksudkan untuk kawin alami. Ketika pejantan mengalami ejakulasi, cairan semen ditampung ke dalam vagina buatan yang telah disiapkan.
Bawa segera semen ke tempat teduh, atau ke dalam ruangan, untuk dilakukan pengenceran. Patokan pengencerannya yakni, jika volume semen dari seekor pejantan sebanyak 2 ml, maka dapat diencerkan dengan cairan fisiologis hingga menjadi 4 ml.

Isap cairan semen dengan spuit, yang ujungnya disambung dengan plastik sit. Setiap betina disuntik dengan cairan semen sebanyak 0,2 ml. Jadi semen yang telah diencerkan sebanyak 4 ml bisa digunakan untuk membuahi total betina 20 ekor.

Semen cair dibawa ke kandang betina yang birahi, untuk dilakukan kawin suntik, dengan . prosedur sama dengan teknik IB dengan menggunakan semen beku seperti yang diuraikan sebelumnya.

Teknik IB dengan semen cair memang lebih sederhana, tidak memerlukan perlakuan dan peralatan khusus. Cara ini terbilang sangat praktis diterapkan pada peternakan yang memiliki bibit unggul dengan jumlah populasi ternak betina mencapai 50 ekor atau lebih. Setiap kali melakukan kawin suntik, 12-20 ekor betina bisa memperoleh pelayanan secara bersamaan di waktu yang sama. as/hh/sm

About the author

Menyelesaikan kuliah di Universitas Gadjah Mada Fakultas Peternakan Yogyakarta, pada 2006 bersama beberapa para ahli teknologi pangan merintis pendirian majalah teknologi dan industri pangan. Minat yang disukai adalah dalam hal jurnalistik, pangan, peternakan, wira usaha dan teknologi.